Senin, 18 Februari 2013

Jual dan Sewa Sansivera

Kami menjual berbagai sansivera dengan kualitas yang baik. Untuk harga tergantung jenis dan besar sansivera.
Kami juga menyewakan sansivera untuk keperluan kantor dan lain-lain

Rabu, 13 Februari 2013


Merawat Sansevieria: Penyiraman

Posted by: Dadan Gumbira Pramudia on: Mei 29, 2008

Sansevieria yang indah, tentu menjadi dambaan bagi semua kolektor. Sansevieria merupakan jenis tanaman yang cukup ‘bandel’ terhadap segala kondisi, sehingga bisa ditempatkan di tempat yang panas, dalam ruangan, maupun di tempat yang ber-AC. Namun tetap saja sansevieria memerlukan perawatan untuk memperoleh unsur hara yang diperlukan. Salah satunya adalah dengan memberikan penyiraman yang benar dan teratur.

Berikut ini adalah teknik penyiraman sansevieria agar dapat keindahan sansevieria dapat dicapai. Tulisan tersebut saya peroleh dari milis sansevieria, dan sumber utamanya adalah dari buku “Pesona Sansevieria” karangan Ir. Sentot Pramono. Semoga Berguna.

Untuk mendapatkan sansevieria yang indah dan memukau, tentu tidak terlepas dari teknik perawatan yang tepat. Sifatnya yang bandel dan tahan terhadap kondisi tumbuh seperti apa pun, membuat sansevieria sangat mudah dirawat. Namun tetap saja, kita harus sungguh-sungguh dalam melakukan perawatan tersebut.

Salah satu faktor yang perlu diketahui dalam perawatan sansevieria ini adalah penyiraman. Penyiraman merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dan mengganti kehilangan air dari media. Besarnya kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh jenis sansevieria, fase pertumbuhan tanaman, suhu lingkungan, kondisi pencahayaan, dan kondisi lingkungan (indoor atau outdoor).

Berikut ini adalah prinsip dasar penyiraman sansivieria yang bisa Anda terapkan.
  • Jenis sansevieria yang berdaun lebar dan tipis, seperti S. trifasciata, membutuhkan air lebih banyak dibandingkan dengan jenis yang mempunyai daun tebal dan sempit seperti S. cylindrica.
  • Pada lingkungan dengan suhu tinggi, kelembapan udara rendah, dan sinar matahari melimpah, kebutuhan air lebih tinggi. Sebaliknya, pada suhu rendah, minim cahaya matahari, dan kelembapan udara tinggi akan menurunkan tingkat kebutuhan air.
  • Jenis wadah memengaruhi jumlah air yang dibutuhkan. Pot yang terbuat dari tanah liat akan meloloskan uap air dari permukaannya, sehingga air dalam media tanam akan segera habis.
  • Gejala kelebihan air sama dengan gejala kekurangan air, di antaranya tanaman layu, warna tepi daun menjadi kecokelatan, daun baru tumbuh kerdil, dan pertumbuhan terhambat.
  • Kelebihan air dapat mendorong oksigen keluar dari media tanam tanaman. Tenaman akan mudah terserang oleh berbagai penyakit, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri.


Media Tanam Sansevieria

Diposkan oleh emirgarden | Jumat, Agustus 01, 2008 | Media Tanam, Sansevieria

Pada umumnya media tanam yang digunakan untuk Sansevieria mirip dengan media tanam Adenium. Itulah mengapa ketika media tanam kemasan dengan label “khusus Sansevieria” masih jarang ditemui di pasaran, hobiis sansevieria banyak menggunakan media tanam kemasan dengan label “Media Adenium”.

Kemiripan Sansevieria dengan Adenium adalah sama-sama menyukai sinar matahari penuh (Full Sun), iklim panas dan tidak terlalu menyukai banyak air. Untuk itu media tanam yang paling disukai Sansevieria adalah media dengan tingkat porousitas tinggi, tidak menyimpan air dan kelembaban dalam waktu lama. Komponen media tanam yang umum digunakanhampir selalu menggunakan pasir malang sebagai komponen utamanya.

Berikut ini beberapa komposisi media tanam yang sering digunakan menanam Sansevieria :
1. Pasir Malang : Sekam Bakar 1 : 1
2. Pasir Malang : Sekam Bakar : Pupuk Kandang 1 : 1 : ¼
3. Sekam Bakar : Pupuk Kandang 4 : 1

Beberapa hobiis juga sering menggunakan tanah sebagai salah satu komponen media tanamnya. Ir. Eddy Triharyanto, MP dan Ir. Joko Sutrisno, MP dalam bukunya Serial Taman Sansevieraia, memberikan contoh ramuan media tanam yang sering digunakannya, yaitu : Pasir malang : Tanah Merah (latosol) : Pupuk kandang :     Bahan Organik (Sekam bakar, sekam mentah atau cacahan pakis)  dengan       perbandingan 2 : 1 : 1 : 1.

Apapun jenis dan ramuan media tanam yang digunakan untuk Sansevieria, seperti yang telah dijelaskan diatas, sifat porousitas adalah faktor yang paling perlu mendapatkan perhatian. Dengan media tanam yang porous, akan membantu mencegah dan menghindarkan sansevieria dari kemungkinan terserang busuk akar dan batang yang sangat ditakuti hobiis dan pekebun Sansevieria. Semoga membantu.

Sisi Lain Sansevieria

 March 31, 2008 by tabloidgallery 

Pucuk Hilang, Hambat Pertumbuhan

Liuk gemulai setiap daunnya, menghadirkan pesona sendiri bagi sansevieria. Ketenarannya ibarat permainan sulap yang mampu mengeluarkan sihir. Bagaimana tidak, tanaman yang dulu dicaci, kini kian dicintai. Namun di balik kemolekannya itu, ia penyimpan sisi lain yang patut Anda ketahui.

Tampilan yang muncul pada sansevieria juga memperhitungkan tingkat keunikan. Artinya, keunikan itu sendiri mencakup banyak hal. Selain jenis, ada bagian lain yang patut jadi prioritas. Misalnya, struktur bentuk, pola kombinasi warna pada setiap daunnya, dan masalah kesehatan. 

Semuanya itu saling berkaitan satu sama lain dalam membentuk tampilan tanaman, agar tampil maksimal. Bahkan ada beberapa orang yang memberi perlakuan ‘spesial’ pada sansevieria yang dipeliharanya. Banyak cara ‘spesial’ yang diterapkan, agar sansevieria tampil oke. Padahal sansevieria ini bukan jenis tanaman yang rumit dalam perawatan.

“Dibiarkan satu minggu, tanpa dilakukan penyiraman pun, tak masalah bagi sansevieria. Sebenarnya tak perlu perawatan yang khusus,” kata penggemar sansevieria di Malang – Hari Sukoco.

Pucuk Daun, Bagian Rawan

Memang, masih kata Hari, urusan tampilan untuk tanaman satu ini harus dinomer-satukan. Pasalnya, selain dinikmati manfaatnya sebagai anti-polutan, daya tarik sansevieria ada pada pesona daunnya. Namun tahukah Anda? Selain sosok daun yang mempesona, ada bagian sansevieria yang berperan penting dalam pembentukan tampilan secara keseluruhan, yaitu bagian pucuk daun. Dan, mengapa pucuk daun sansevieria ini memiliki peranan penting?

Sebab, ternyata selain akan berhubungan dengan tampilan tanaman, ternyata bagian pucuk ini juga akan mempengaruhi proses pertumbuhan. Mengingat, bagian pucuk daun sansevieria ini kebanyakan memiliki karakteristik acutus atau runcing, sehingga rawan pada bagian ini untuk patah atau putus.

Pengaruhnya pada pertumbuhan akan terlihat, jika pucuk daunnya terputus, yaitu pucuk tidak akan muncul lagi seperti bentuk semula. Itu akan berpengaruh pada tampilan dan nilai jual tanaman. Sebab, tidak dapat membentuk pucuk baru, sehingga banyak yang melakukan alternatif pemangkasan daun.

“Sebenarnya hal itu wajar terjadi pada setiap tanaman. Tapi, cacat seperti ini (pucuk daun terputus) tidak dapat dibenahi,” tandas Hari.

Maka cara yang paling efektif untuk melindungi bagian pucuk tanaman agar tidak putus, yaitu dengan menggunakan pipa plastik kecil atau sedotan dan diletakkan di bagian pucuknya, sehingga tanaman akan aman, meski harus bersenggolan. [santi]

Menjaga Tampilan Daun

Terlepas dari masalah bagian pucuk daun yang rawan patah, beralih ke kesehatan daun kini. Meski bukan tergolong tanaman yang butuh perhatian ekstra, bukan berarti sansevieria ini kebal pada penyakit. Justru tanaman ini, lemah jika berhadapan dengan penyakit.

Jenis penyakit yang banyak menghinggap di sansevieria ini bervariasi, seperti tengu merah dan kutu. Namun bagi Anda yang ‘cinta mati’ dengan sansevieria, tak perlu resah. Sebab, cara untuk mengatasi masalah ini tak serumit yang dibayangkan, yaitu hanya menyemprotkan insektisida dengan frekuensi waktu sekali dalam satu minggu.

Treatment ini dilakukan sebagai pencegahan pada penyakit yang sering menyerang tanaman. Selain berpengaruh pada kesehatan tanaman secara keseluruhan, juga akan berdampak pada tampilan. Tentunya itu akan mengurangi nilai, baik secara estetika ataupun ekonomi.

Bukan hanya penyakit yang terkadang membuat resah. Perlakuan pada tanaman yang tak tepat pun bisa jadi pemicu kesehatan tanaman, seperti terjadinya busuk daun. Itu bisa terjadi, karena proses penyiraman yang berlebihan. Mengingat, tanaman yang tergolong famili agaveceae ini merupakan jenis penyuka media kering, sehingga frekuensi penyiramannya tak harus dilakukan secara berlebihan.

Demikian halnya dengan penempatan sansevieria. Sebab, merupakan jenis tanaman yang ‘bandel’, jadi tak jadi soal untuk proses pertumbuhan di berbagai tempat. Baik diletakkan dalam indoor (dalam ruangan) ataupun outdoor (luar ruangan). Namun perlu diperhatikan di sini adalah ketika tanaman harus diletakkan di luar ruangan, sehingga perlu adanya naungan.

Memang, sansevieria merupakan tanaman yang hidup di segala habitat. Hanya pemberian naungan di sini, fungsi utamanya bukan sebagai kontrol intensitas pencahayaan. Tapi, lebih pada mengurangi frekuensi air hujan yang masuk. Sebaiknya, untuk mengurangi jumlah air hujan yang masuk, cukup menggunakan shading net atau plastik ultraviolet (UV). Alternatif ini dapat diterapkan hanya menggunakan salah satu ataupun keduanya, sehingga akan meminimalisir terjadinya busuk daun akibat berlebihnya kandungan air dalam media tanam.

Serangan busuk daun ini disebabkan oleh bakteri Erwinia Carotovora yang menyerang daun atau akar tanaman, terutama menginfeksi melalui luka yang menganga. Daun atau akar yang terserang terlihat berwarna kecoklat-coklatan dan terasa lunak bila dipegang, berlendir, serta berbau tak enak, dan lama-kelamaan akan berubah seperti bubur.

Penyakit yang menyerang sansevieria umumnya merupakan gangguan yang diakibatkan oleh adanya patogen atau jasad renik yang tak terlihat oleh mata biasa. Cara mengatasi serangan patogen ini adalah dengan memangkas bagian yang terkena serangan dan mengolesinya dengan Na-hipoklorit (Clorox), serta membakar bagian yang terkena serangan.

Otomatis, tampilan tanaman ditentukan dari perlakuan tanaman yang akan berpengaruh pada proses pertumbuhan. Namun itu tak jadi soal, jika ada sebagian tanaman Anda terlanjur terserang hama penyakit. Sebab, pencegahannya tak serumit yang dibayangkan dan kondisi tanaman pasca terserang hama penyakit akan segera pulih seperti sediakala. [santi]

Klasifikasi Sansevieria

Kingdom          : Plantae  (tumbuhan)
Subkingdom     : Tracheobionta   (berpembuluh)
Superdivisio      : Spermatophyta   (menghasilkan biji)
Divisio              : Magnoliophyta   (berbunga)
Kelas                : Liliopsida   (berkeping satu / monokotil)
Sub-kelas         : Liliidae
Ordo                : Liliales
Familia              : Agavaceae
Genus               : Sansevieria
Spesies             : Sansevieria trifasciata  Prain.

Senin, 11 Februari 2013


                       Sansivera Pesonanya Membawa Manfaat

Beberapa jenis sansiviera masih mahal harganya, 

seperti milik gadis Jerman ini 

Meskipun tren tanaman hias sudah luntur, namun nama sansievera masih masih ada peminatnya, terlihat masih sering diadakan kontes peserta cukup lumayan dan stand-stand bursa banyak yang menjajakan daun yang dijuluki lidah mertua ini. Tanaman yang memiliki varian cukup beragam ini tidak hanya menebar pesona karena keindahanya tapi juga memiliki daya tarik yang luar biasa karena manfaatnya.

Hampir setiap pameran setiap stand diantara tanaman hias yang ditawarkan kecenderungan sansivera yang banyak laku. “Rasanya sih sansivera ini yang bisa menghasilkan, ya lumayan untuk menutup stand, untuk tanaman hias lain seperti anthurium kok berhenti tidak banyak yang keluar,” kata salah seorang pedagang bunga.

Bahkan masih ada yang hanya menjajakan khusus sansivera ini mengakui sejak terjun jual beli tanaman hias. “Saya kan ikut pameran terus, jadi tahu perkembanganya dan akhir-akhir ini pasar sansivera lumayan dan meskipun tren tanaman hias sudah turun sansiveara masih laku,” papar Tia.

Bertahanya tren sansivera ini tidak lepas dari beberapa kelompok organisasi sansivera yang ada seperti Paguyuban Ilate Morotuo (Paimo), Masyarakat Sansivera Indonesia (MSI) dan yang baru berdiri di Surabaya 29 Desember 2007 yaitu Komunitas Sansivera (Komsa).

Sebelumnya ada kelompok yang menamakan diri Pecinta Sansivera, kebanyakan kelompok ini sekarang tergabung dalam Komsa, sebelum Komsa berdiri Pecinta Sansivera ini sempat membuat selebaran yang dibagi-bagikan pada masyarakat untuk lebih jauh mengenal sansivera t6ermasuk dari segi manfaatnya.

Seperti yang dikutip Pecinta Sansivera dalam selebaran itu disebutkan, diantanya manfaat sansivera mampu menyerap dan mengolah polutan menjadi asam organik dan beberapa senyawa asam amino, boleh dikatana tanaman ini anti polutan (airfreshener) untuk itu sangat cocok dipelihara dalam ruangan baik rumah maupun kantor, karena mampu menyerap asap rokok dan menghilangkan bau tak sedap.

Seperti yang dialami Efendi ketua Komsa, sejak dua pot sansivera diletakkan dalam kamar mandinya, biasanya bau yang tak sedap kadang muncul kini sudah tak tercium lagi. Seperti hasil riset Wolverton Environmental dinyatakan, untuk menghilangkan bau yang tak sedap dalam ruangan seluas 100 meter persegi cukup dengan 4-5 helai daun sansivera dewasa.

Satu helai daun sansivera mampu menyerap formaldehid sebanyak, 0,938 Mg perjam, bahkan hasil penelitian Badan Antariksa Amerikan Serikat (NASA) menyatakan, sansivera mampu menyerap 107 jenis unsur yang berbahaya di udara serta mampu menyerap radiasi berbagai barang elektronik seperti komputer, televisi, telepon dan lainya.
Selain itu beberapa sansivera ternyata dapat digunakan sebagai obat, diantaranya Trifasciata lorenti mampu mencegah diabetes dan ambein. (Sutejo)


Halii Baseball Bat, salah satu jenis sansiviera
yang masih tergolong mahal Harganya 

Beli Sesuai Tujuan

Ragam sansivera yang mencapai ratusan varian dengan bermacam-macam tingkatan harga membuat para hobiis bisa leluasa untuk memilih mana yang akan dipelihara, tentu saja yang akan dibeli harus sesuai dengan tujuan untuk apa memelihara sansivera.

Bagi para hobiis ada yang memelihara hanya untuk koleksi di rumah, tentu saja yang paling tepat adalah sansivera yang langka atau unik, biasanya sansivera jenis ini tergolong mahal, seperti Giant Varigata (kuning) atau Masoniana milik Agung WS Garden Yogyakarta yang harganya bisa tembus Rp 60 juta rupiah, sat itu (Januari 2008). Meskipun eksklusif jangan harap untuk kontes di kelas bebas (non unik) akan menang, karena di kelas non unik kesehatan mempunyai presentase paling tinggi 35% sedangkan kelangkaan hanya 10%.

Bagi yang suka kontes tentu harus mencari tanaman yang kondisinya sehat, serta performance tanaman juga bagus dan didukung dengan karakter tanaman juga bagus dan lebih sempurna lagi jika tanaman itu termasuk langka, karena akan menambah poin. Kebanyakan yang sering menang kontes seperti Pingucula, Kirkii Brown, Patens (Fischeri), Concina dan beberapa jenis lain yang langka tapi memiliki kesehatan yang prima.

Sedangkan jika diambil untuk manfaatnya seperti keperluan rental atau ditempatkan sebagai penghias ruangan disesuaikan dengan jenis dan ukuranya.
Untuk ruangan besar ditempatkan sansivera yang memiliki postur tinggi atau besar seperti Autralian Black. Liliantrue, Masoniana, Tiger sedangkan untuk ruangan yang sempat atau diletakkan di atas meja bisa dicarikan jenis-jenis kecil yang sesuai ruangan tersebut seperti Moonshine, Superba China.

Sedangkan untuk taman di luar rumah bisa mencari sansivera yang harganya lebih murah, dan di sesuaikan dengan luas halaman yang akan ditanami sansivera. Harga sansivera kini cukup beragam dari yang hanya Rp 3000,- sampai yang puluhan juta juga ada tergantung jenis dan kondisi tanaman. (sutejo)

http://kelompokpetanikota.wordpress.com/2009/09/18/sansivera-pesonanya-membawa-manfaat/




SANSIVERA

TANAMAN HIAS ANTI POLUTAN

Sansivera merupakan nama latin dari tanaman hias Lidah Mertua’ yang memiliki keunggulan diantaranya:
  • Sangat tahan terhadap polutan dan bahkan dapat menyerapnya. udara kotor karena polusi mampu diserapnya, begitu pula dengan asap rokok dan hasil pembakaran, radiasi dari berbagai peralatan elektronik seperti Computer, televisi, handphone, juga perlengkapan yang memanfaatkan Gelombang cahaya dan elektromagnetik mampu diminimalisir sehingga tidak berbahaya lagi bagi kesehatan
  • Mampu bertahan hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas, dan mampu bertahan hidup dalam suhu yang extrem sekalipun, disaat tanaman lain tidak dapat bertahan hidup.
Penelitian yang dilakukan NASA selama 25 tahun menunjukkan bahwa lidah mertua mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang ada diudara sebab lidah mertua mengandung bahan aktif pregnane glikosid, yang berfungsi untuk mereduksi polutan menjadi asam organik, gula dan asam amino, dengan demikian unsur polutan tersebut jadi tidak berbahaya lagi bagi manusia. Perlu diketahui penyakit yang ditimbulkan oleh polutan sebagian besar adalah penyakit berat dengan resiko kematian tinggi. Sansivera juga menjadi objek penelitian tanaman penyaring udara NASA untuk membersihkan udara di stasiun ruang angkasa.

Berdasarkan riset dari Wolfereton Environmental Service, kemampuan setiap helai daun lidah mertua bisa menyerap 0.938 mikrogram per jam formalheid. Bila disetarakan dengan ruangan berukuran 75 meter persegi cukup diletakkan lidah mertua dengan 4 helai daun saja. Maka rumah dengan ukuran luas 200 meter persegi sebenarnya hanya memerlukan lidah mertua sebanyak 2 pot saja. Tidak terlalu rumit jika dibandingkan dengan harus menyediakan AC plasma Cluster yang tetap tidak bisa menyerap radiasi dan mereduksi polutan. Jadi sansivera sangat baik diletakkan pada lokasi yang banyak polutan dan sumber radiasi seperti di smoking area, lokasi padat kendaraan, daerah padat penduduk atau didekat peralatan elektronik.

Sansivera adalah tanaman yang mampu bertahan hidup didalam ruangan (indoor), cukup dikeluarkan 1 minggu sekali agar terkena cahaya matahari lalu dimasukkan lagi kedalam ruangan.

Sansivera jenisnya mencapai 600 an. Dari harga yang ribuan sampai puluhan juta rupiah tergantung jenis, keindahan dan kelangkaanya, Namun fungsi dan manfaatnya sama, hanya estetika dan prestise yang beda.
Jadi ternyata menciptakan lingkungan yang indah sekaligus sehat ternyata tidak sulit bukan ?

lihat di http://www.indonetwork.co.id/lihatkebunku

Minggu, 10 Februari 2013

foto sansivera





                                                        Foto Sansivera