Sisi Lain Sansevieria
Pucuk Hilang, Hambat Pertumbuhan
Liuk gemulai setiap
daunnya, menghadirkan pesona sendiri bagi sansevieria. Ketenarannya ibarat
permainan sulap yang mampu mengeluarkan sihir. Bagaimana tidak, tanaman yang
dulu dicaci, kini kian dicintai. Namun di balik kemolekannya itu, ia penyimpan
sisi lain yang patut Anda ketahui.
Tampilan yang muncul
pada sansevieria juga memperhitungkan tingkat keunikan. Artinya, keunikan itu
sendiri mencakup banyak hal. Selain jenis, ada bagian lain yang patut jadi
prioritas. Misalnya, struktur bentuk, pola kombinasi warna pada setiap daunnya,
dan masalah kesehatan.
Semuanya itu saling
berkaitan satu sama lain dalam membentuk tampilan tanaman, agar tampil
maksimal. Bahkan ada beberapa orang yang memberi perlakuan ‘spesial’ pada
sansevieria yang dipeliharanya. Banyak cara ‘spesial’ yang diterapkan, agar
sansevieria tampil oke. Padahal sansevieria ini bukan jenis tanaman yang rumit
dalam perawatan.
“Dibiarkan satu
minggu, tanpa dilakukan penyiraman pun, tak masalah bagi sansevieria.
Sebenarnya tak perlu perawatan yang khusus,” kata penggemar sansevieria di
Malang – Hari Sukoco.
Pucuk Daun, Bagian Rawan
Memang, masih kata
Hari, urusan tampilan untuk tanaman satu ini harus dinomer-satukan. Pasalnya,
selain dinikmati manfaatnya sebagai anti-polutan, daya tarik sansevieria ada
pada pesona daunnya. Namun tahukah Anda? Selain sosok daun yang mempesona, ada
bagian sansevieria yang berperan penting dalam pembentukan tampilan secara
keseluruhan, yaitu bagian pucuk daun. Dan, mengapa pucuk daun sansevieria ini
memiliki peranan penting?
Sebab, ternyata
selain akan berhubungan dengan tampilan tanaman, ternyata bagian pucuk ini juga
akan mempengaruhi proses pertumbuhan. Mengingat, bagian pucuk daun sansevieria
ini kebanyakan memiliki karakteristik acutus atau runcing, sehingga rawan pada
bagian ini untuk patah atau putus.
Pengaruhnya pada
pertumbuhan akan terlihat, jika pucuk daunnya terputus, yaitu pucuk tidak akan
muncul lagi seperti bentuk semula. Itu akan berpengaruh pada tampilan dan nilai
jual tanaman. Sebab, tidak dapat membentuk pucuk baru, sehingga banyak yang
melakukan alternatif pemangkasan daun.
“Sebenarnya hal itu
wajar terjadi pada setiap tanaman. Tapi, cacat seperti ini (pucuk daun
terputus) tidak dapat dibenahi,” tandas Hari.
Maka cara yang paling
efektif untuk melindungi bagian pucuk tanaman agar tidak putus, yaitu dengan
menggunakan pipa plastik kecil atau sedotan dan diletakkan di bagian pucuknya,
sehingga tanaman akan aman, meski harus bersenggolan. [santi]
Menjaga Tampilan Daun
Terlepas dari masalah
bagian pucuk daun yang rawan patah, beralih ke kesehatan daun kini. Meski bukan
tergolong tanaman yang butuh perhatian ekstra, bukan berarti sansevieria ini
kebal pada penyakit. Justru tanaman ini, lemah jika berhadapan dengan penyakit.
Jenis penyakit yang
banyak menghinggap di sansevieria ini bervariasi, seperti tengu merah dan kutu.
Namun bagi Anda yang ‘cinta mati’ dengan sansevieria, tak perlu resah. Sebab,
cara untuk mengatasi masalah ini tak serumit yang dibayangkan, yaitu hanya
menyemprotkan insektisida dengan frekuensi waktu sekali dalam satu minggu.
Treatment ini
dilakukan sebagai pencegahan pada penyakit yang sering menyerang tanaman.
Selain berpengaruh pada kesehatan tanaman secara keseluruhan, juga akan
berdampak pada tampilan. Tentunya itu akan mengurangi nilai, baik secara
estetika ataupun ekonomi.
Bukan hanya penyakit
yang terkadang membuat resah. Perlakuan pada tanaman yang tak tepat pun bisa
jadi pemicu kesehatan tanaman, seperti terjadinya busuk daun. Itu bisa terjadi,
karena proses penyiraman yang berlebihan. Mengingat, tanaman yang tergolong
famili agaveceae ini merupakan jenis penyuka media kering, sehingga frekuensi
penyiramannya tak harus dilakukan secara berlebihan.
Demikian halnya
dengan penempatan sansevieria. Sebab, merupakan jenis tanaman yang ‘bandel’,
jadi tak jadi soal untuk proses pertumbuhan di berbagai tempat. Baik diletakkan
dalam indoor (dalam ruangan) ataupun outdoor (luar ruangan). Namun perlu
diperhatikan di sini adalah ketika tanaman harus diletakkan di luar ruangan,
sehingga perlu adanya naungan.
Memang, sansevieria
merupakan tanaman yang hidup di segala habitat. Hanya pemberian naungan di
sini, fungsi utamanya bukan sebagai kontrol intensitas pencahayaan. Tapi, lebih
pada mengurangi frekuensi air hujan yang masuk. Sebaiknya, untuk mengurangi
jumlah air hujan yang masuk, cukup menggunakan shading net atau plastik
ultraviolet (UV). Alternatif ini dapat diterapkan hanya menggunakan salah satu
ataupun keduanya, sehingga akan meminimalisir terjadinya busuk daun akibat
berlebihnya kandungan air dalam media tanam.
Serangan busuk daun
ini disebabkan oleh bakteri Erwinia Carotovora yang menyerang daun atau akar
tanaman, terutama menginfeksi melalui luka yang menganga. Daun atau akar yang
terserang terlihat berwarna kecoklat-coklatan dan terasa lunak bila dipegang,
berlendir, serta berbau tak enak, dan lama-kelamaan akan berubah seperti bubur.
Penyakit yang
menyerang sansevieria umumnya merupakan gangguan yang diakibatkan oleh adanya
patogen atau jasad renik yang tak terlihat oleh mata biasa. Cara mengatasi
serangan patogen ini adalah dengan memangkas bagian yang terkena serangan dan
mengolesinya dengan Na-hipoklorit (Clorox), serta membakar bagian yang terkena
serangan.
Otomatis, tampilan
tanaman ditentukan dari perlakuan tanaman yang akan berpengaruh pada proses
pertumbuhan. Namun itu tak jadi soal, jika ada sebagian tanaman Anda terlanjur
terserang hama penyakit. Sebab, pencegahannya tak serumit yang dibayangkan dan
kondisi tanaman pasca terserang hama penyakit akan segera pulih seperti
sediakala. [santi]
Klasifikasi
Sansevieria
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio
: Spermatophyta (menghasilkan
biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub-kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Familia : Agavaceae
Genus : Sansevieria
Spesies : Sansevieria trifasciata Prain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar